Home » » 10 Pemain terbaik Serie-A Italia 2011/2012

10 Pemain terbaik Serie-A Italia 2011/2012

Written By Ardian on 03 June 2012 | 3:41 AM

Berikut 10 Pemain terbaik Serie-A Italia 2011/2012:


10. Marco Di Vaio (Bologna - Striker)

Marco di Vaio


Usia 35 terbukti bukan masalah bagi eks striker Lazio, Parma dan Juventus ini. Sepuluh dari total 41 gol Rossoblu di Serie A musim ini tercatat atas namanya. Itu pun hanya sebagian kecil kontribusi Di Vaio bagi timnya. Di Vaio memuncaki daftar top scorer serta top assist Bologna di Serie A dan berperan besar membantu Bologna mengunci peringkat 9 dengan koleksi 51 poin. Tak ada lagi nama Di Vaio di skuad Bologna musim depan, karena Di Vaio sudah memutuskan hijrah ke MLS.
Pelatih Stefano Pioli memiliki penilaian sendiri tentang sang legenda.
"Namanya identik dengan profesionalsime. Dia merupakan seorang panutan, baik di saat berlatih maupun caranya bersikap, seorang pemain yang membuat pekerjaan pelatih mana pun jadi lebih mudah."
Momen terbaik: Mencetak dua gol berkelas kala Bologna menumbangkan Inter 3-0 di Giuseppe Meazza pada bulan Februari silam.
9. Daniele De Rossi (Roma - Gelandang)
daniele de rossi
Performa Roma 2011/12 mungkin bisa diibaratkan rollercoaster, tapi De Rossi telah menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan musim sebelumnya. Dia bahkan berulang kali mengorbankan posisinya di lini tengah untuk membantu barisan pertahanan, dan di momen-momen tersebut dia bahkan sanggup menunjukkan permainan layaknya seorang bek sentral sejati.
Momen terbaik: Saat Roma bermain imbang 1-1 melawan Juventus di Olimpico pada 12 Desember 2011, De Rossi dipasang sebagai bek. Meski diberi peran asing, dia tampil luar biasa seperti sudah menempati posisi itu sejak lama, dan bahkan mencetak gol pembuka pada menit ke-5.
8. Miroslav Klose (Lazio - Striker)
miroslav Klose
Lazio bisa dibilang berjudi kala mendatangkan Klose, 33, dengan status free transfer dari Bayern Munich di awal musim. Akan tetapi, semuanya terbayar lunas. Dengan speed yang semakin menghilang akibat termakan usia, Klose pun mengandalkan insting predator untuk mengukuhkan namanya di Serie A. 13 Gol dan 5 assist yang dibukukannya sebelum terkapar akibat cedera panjang menjelang akhir musim merupakan salah satu sumbangsih Klose bagi klub barunya.
Momen terbaik: Mencetak gol di menit 93 yang memastikan kemenangan 2-1 Lazio dalam partai derby melawan Roma pada 16 Oktober 2011.
7. German Denis (Atalanta/Udinese - Striker)
German Denis
Banyak orang meramalkan Atalanta bakal terdegradasi bahkan sebelum tirai kompetisi Serie A 2011/12 diangkat. Pasalnya, klub asal Bergamo ini harus mengawali musim dengan nilai -6 akibat terbukti terlibat skandal pengaturan skor di Serie B pada musim sebelumnya. Kenyataan berkata lain, Atalanta finis di peringkat 12!
Semua itu tak lepas dari peran German Denis, yang didatangkan dari Udinese dengan status pinjaman.
Daya ledak Denis di depan gawang lawan membuatnya sempat memimpin perburuan gelar Capocannoniere sebelum akhirnya menutup musim sebagai pemain tersubur kelima di Serie A musim kemarin dengan torehan 16 gol.
Momen terbaik: Menciptakan hat-trick kala Atalanta menghancurkan Roma 4-1 di Atleti Azzurri d'Italia pada 26 Februari 2012 dan membuat koleksi golnya menjadi 15.
6. Diego Milito (Internazionale - Striker)
Diego Milito
Diego Milito sempat tenggelam di putaran pertama, tapi kemudian bangkit di putaran kedua dan membungkam para pengkritiknya lewat serentetan gol ke gawang lawan sebelum akhirnya finis sebagai pemain tersubur kedua dengan koleksi 27, hanya berselisih satu dengan pemain di atasnya, Zlatan Ibrahimovic.
Momen terbaik: Membawa Inter dua kali menaklukkan AC Milan dalam dua Derby della Madonnina. Milito mencetak gol tunggal kemenanganNerazzurri di putaran pertama dan mengukir hat-trick kala mereka menumbangkan Milan 4-2 di giornata 37. Kemenangan yang terakhir itu itu tak hanya memuluskan langkah Inter ke pentas Eropa, tapi juga mengakhiri perburuan Scudetto sang rival sekota.
5. Edinson Cavani (Napoli - Striker)
Edinson Cavani
Musim 2011/12 kemarin, Napoli merupaka tim Cinderella Serie A, sempat menjadi Capolista dan pesaing serius dalam perburuan Scudettosebelum akhirnya finis di peringkat lima. Semua itu bisa dibilang berkat Edinson Cavani dengan 23 golnya.
Bersama Hamsik dan Lavezzi (masing-masing 9 gol), Cavani menciptakan trisula maut di lini depan Partenopei. Hamsik serta Lavezzi bertugas memporakporandakan barisan pertahanan lawan, dan Cavani lah yang melakukan tikaman terakhir dengan powerspeed, akselerasi serta insting membunuhnya.
Momen terbaik: Menciptakan hat-trick dalam grande partita melawan AC Milan di San Paolo pada 18 September 2011 dan membawa Napoli menang 3-1.

4. Sebastian Giovinco (Parma - Second Striker)