Duniasoccer.com - Usai menuntaskan masa pinjaman, Maxi Lopes gagal melanjutkan
kariernya bersama AC Milan. Pasalnya, I Rossoneri tak mengambil opsi
pembelian sang pemain dari Catania.
Situasi semakin rumit lantaran Maxi juga enggan kembali ke Catania.
Direktur olahraga Catania, Sergio Gasparin mengungkapkan sang pemain
menunjukkan hasrat minimalis pada latihan pra musim.
"Setelah Milan, dia menyatakan tak tertarik kembali ke Catania," ungkap Gasparin kepada La Gazzetta dello Sport
.
"Setiap pemain harus menunjukkan komitmen. Pekan depan, kami akan meninjau situasi sang pemain," imbuh Gasparin.
Pemain berkebangsaan Argentina ini tengah menarik minat Sampdoria. Il
Samp disinyalir siap mengajukan tawaran senilai 6 juta euro untuk sang
pemain.
Antonino Pulvirenti, presiden Catania, mengatakan dirinya gembira Takayuki Morimoto kembali ke klubnya.
"Kami selalu yakin akan kemampuan Morimoto, dan ingin merangkulnya," ujar Pulvirenti.
Morimoto, striker Jepang berusia 24 tahun, memperkuat Novara sepanjang
musim lalu. Ia mencetak empat gol, dan gagal menyelamatkan Novara dari
degradasi.
Catania memutuskan membeli hak kepemilikan atas Morimoto, yang membuat pemain Jepang itu bisa kembali ke Sisilia.
Pulvirenti juga mengatakan Tomas Kosicky, penjaga gawang asal Slovakia,
akan pindah ke Novara. Namun ia memilih bungkam ketika ditanya soal
masa depan Pablo Barrientos.
Agen Juan Pablo Carrizo telah menegaskan bahwa kiper milik Lazio tidak mungkin kembali ke Catania untuk musim depan.
pemain Argentina dibawa pinjaman oleh Sisilia selama bursa transfer Januari dan di bawah mistar tampil mengesankan.
Namun, laporan sejak akhir musim ini menunjukkan bahwa sang kiper
28-tahun tidak mungkin untuk tetap dengan Elefanti, karena kegagalan
dilaporkan oleh klub menyetujui biaya dengan nya pemilik Lazio, seperti
yang disarankan lagi oleh perwakilan pemain hari ini .
"Saat
ini tidak ada yang baru, dalam tiga sampai empat hari kita akan memiliki
gambaran lebih jelas tentang situasi," mulai Pablo Sabbag pada
lalaziosiamonoi.it.
"Klien saya telah berulang kali menyatakan kesediaannya untuk tinggal di Catania, tapi sekarang kita tidak tahu masa depannya.
"Hak penebusan bagi Catania pada pemain berakhir hari ini. Kami akan menunggu dan melihat apa yang terjadi.
"Di tempat lain, saya telah menerima dua proposal untuk Carrizo, satu dari klub Italia, satu dari klub luar negeri."
Pada tanggal 19 Juni 1908 Gaetano Ventimiglia dan Francesco Sturzo
d'Aldobrando yang merupakan sutradara film asal Italia berhasil
membentuk sebuah klub sepakbola dengan nama AS Educazione Fisica Po
Patria. Dua tahun kemudian nama klub diganti menjadi Unione Sportivo
Catanese dan sejak tahun 1943 sampai tahun 1952 klub memakai nama yakni
Associazione Calcio Fascista Catania. Lama bermain di level terendah
kompetisi Italia, Catania akhirnya bisa promosi ke seri B di musim
1949/1950 dan musim 1953/1954 berhasil mencapai Seri A untuk pertama
kalinya dengan membawa status juara dari Seri B.
Musim perdananya di Seri A, Catania finish di pos ke-12 namun karena
adanya penipuan data keuangan di pihak managemennya, Catania pun
didegradasikan lagi ke Seri B oleh FGIC. Musim 1960/1961, Catania naik
ke Seri A dan bermain di sana sampai tahun 1966. Setelah mengalami
degradasi ke Seri B, Catania pun mengalami nasib pasangsurut, dan era
tahun 1980-an Catania pernah mencicipi kompetisi di Seri C1.
Setelah menjalani masa-masa yang sulit, musim 2006/2007 Catania
akhirnya bisa bermain lagi di Seri A. Menjalani musim tersebut Catania
memperoleh kerugian besar akibat ulah brutal pendukung fanatiknya yang
terlibat pekelahian dengan tifosi Palermo. Tragedi tersebut terjadi
tanggal 2 Februari 2007 saat laga derby dengan Palermo. Filipp Raciti
yang merupakan seorang polisi Italia tewas ketika melerai bentrokan
antar kedua kubu yang terjadi di luar stadion. Catania pun dikenakan
saksi oleh FGIC dengan tidak boleh menggelar laga kandangnya di sisa
pertandingan musim tersebut. Menjalani musim 2007/2008 sampai musim
2010/2011 Catania harus berjuang keras untuk bisa tetap bertahan di Seri
A.
Catania mengguanakan Stadion Angelo Massimio untuk menggelar laga
kandangnya. Catania mempunyai julukan sebagai Rossazzurri yang artinya
merah dan cahaya biru seperti warna jersey yang dikenakan tim Catania,
namun terkadang Catania juga disebut dengan panggilan Gli Elefanti yang
lebih menunjukkan lambang dari logo klub Catania.